Bagi para umat Islam, mazhab adalah hal yang sangat penting mengenai hukum-hukum serta tata aturan beragama yang disusun oleh para ahli tafsir dan ulama. Diantara banyaknya ulama terdahulu yang menyebarkan ajarana agama Islam melalui kitab-kitab hadis, terdapat salah seorang ahli hadis sekaligus pendiri mahzab Hambali yang sangat terkenal bernama Ahmad bin Hambal. Ahli tafsir bernama asli Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad bin Idris ini lahir di Turkmenistan pada tanggal 20 Rabiul awal 164 H atau 27 November 780.  Seluruh informasi lengkap seputar para ulama terdahulu terangkum dengan rapi dan dapat Anda akses melalui hasana.id.

Perjalanan Menuntut Ilmu

Imam Hambali memiliki kecerdasan di atas rata-rata, hal ini dibuktikan dari ketajaman memorinya dala menghafal 30 jus Alquran pada usia 15 tahun. Kemampuannya dalam menghafal juga terbukti dari kesaksian putra-putrinya yang shaleha, dimana mereka seringkali mengatakan bahwa ayahnya adalah sosok yang sering mengingat dialog-dialog runut antara ayah dan anak-anaknya.

Imam Hambali memulai perjalanan ilmunya sejak masih kecil. Pada saat itu ia pernah menuju Syam, Hijaz, Yaman untuk mempelejarai ilmu hadis. Pada usia 15 tahun, dirinya mampu menghafal 30 jus Alquran yang segera dilanjutkan lagi memperdalam ilmu hadis. Imam Hambali mampu menghafal sejuta hadis di luar kepala dengan runut. Bahkan disebutkan jika tulisan tangannya pun seindah kaligrafi.

Sosok Imam Hambali di Mata Sahabat

Menurut Abu Ja’far, Imam Hambali merupakan sosok yang sangat pemalu, mulia, beradab baik, kritis, luas pergaulannya dan apabila berkata, kata-katanya sangat halus dan memiliki pembawaan sangat tenang. Abu Bakar as-Sijistani pernah berkata bahwa diantara 200 guru-guru yang pernah ia jumpai, Imam Hambali lah yang paling bersungguh-sungguh dalam memperdalam ilmu-ilmunya.

Atas karya-karyanya, nama Imam Hambali sangat terkenal di seluruh Irak, namun karena pada saat itu belum ada media yang mampu memperlihatkan wajah orang, jadilah hanya nama saja yang orang ketahui tentang Imam Hambali. Pernah sesekali diceritakan, Imam Hambali yang berasal dari Baghdad mengunjungi Basrah tanpa alasan yang pasti. Sesampainya di Basrah, Imam Hambali yang baru selesai menunaikan shalat duhur dan hendak beristirahat di masjid justru diusir dan didorong paksa keluar oleh seorang marbot. Atas kejadian itu, seorang tukang roti yang tidak mengenalnya melihatnya lantas mempersilahkan Imam Hambali untuk masuk dan beristirahat.

Imam Hambali sangat mengagumi si tukang roti karena selalu melafadzkan istighfar di kala hendak melakukan sesuatu sebagai ungkapan kecintaannya pada Allah. Betapa terkejut dan senangnya si tukang roti saat Imam Hambali secara rendah mengakui jika dirinya adalah Imam Hambali, sosok ulama masyhur ia sangat dikaguminya, seorang ulama yang menjadi alasannya beristighfar kepada Allah agar kelak dapat dipertemukan dengan Imam Hambali.