Banyak sekali alasan seseorang mengajukan pengunduran diri (resign) kepada instansi atau perusahaan. Alasan yang melatarbelakanginya bisa karena jenuh, tidak sesuai dengan kemampuan/latar belakang pendidikan, menikah, adanya larangan dari pihak lain, atau mengalami konflik internal dengan atasan/teman sekantor.

Ada baiknya ketika mengajukan pengunduran diri sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang. Tapi ironisnya ketika seorang pekerja mengundurkan diri dari suatu pekerjaan hanya berdasarkan emosi sesaat atau karena adanya perubahan situasi hati yang membuat kurang nyaman ketika bekerja. Ketika membuat keputusan dalam kondisi seperti ini cenderung akan mengakibatkan penyesalan dikemudian hari. Lalu bagaimana waktu yang tepat untuk mengundurkan diri dari sebuah pekerjaan agar tidak menyesal dikemudian hari? Nah pada kesempatan kali ini untukngeri.net akan memberikan informasi yang positif bagi kamu yang sedang galau untuk lanjut bekerja atau berhenti saja.

Waktu yang tepat untuk mengundurkan diri

Berikut ini adalah beberapa saran bagaimana waktu mengundurkan diri agar tidak menyesal dikemudian hari:

  1. Mendapatkan pekerjaan pengganti

Ketika seseeorang berada dalam kondisi mood labil maka cenderung mengambil keputusan “pokoknya harus resign saat ini atau bulan ini” namun belum memiliki pekerjaan pengganti atau bahkan belum punya rencana kedepannya seperti apa. Sebelumnya kamu harus ingat bahwasannya untuk mencari pekerjaan itu tidak mudah.

Banyak sekali kasus ketika seseorang resign ternyata butuh waktu ama untuk mendapatkan pekerjaan lagi. Atau bahkan banyak juga yang tidak mendapat pekerjaan lagi sampai muncul perasaan setres/depresi. Tentunya itu sangat berbahaya sekali.

pxhere.com

Jadi ilustrasinya seperti ini ketika kamu mengundurkan diri, maka otomatis pemasukan keuangan dari perusahaan itu akan terhenti. Maka akan muncul permasalahan ketika kamu belum mendapatkan pekerjaan penggantu namun kebutuhan harian harus selalu tercukui. Maka jalan pintas yang sering dilakukan adalah menggunakan isi tabungan bahkan sampai menjual barang berharga supaya kebutuhan selama menganggur terpenuhi. Bayangkan apabila hal tersebut terjadi selama 1 tahun. Kemungkinan kamu akan menjadi “benalu” yang menggantungkan diri pada orang lain baik itu orang tua, saudara atau teman. Apakah kamu mau seperti itu? Lebih baik pikirkan kembali sacara matang sebelum kamu mengajukan surat pengunduran diri.

 

  1. Resign karena tidak nyaman dengan rekan kerja

Apabila kamu mengjukan resign karena alasan tidak nyaman dengan rekan kerjamu. Maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu:

  • Dalam setiap lokasi kerja dimana pun itu akan ada 1 orang yang bertentangan dengan kamu seperti merasa paling benar, judes, iri hati, terkesan senioritas, tidak dapat bekerjasama dalam tim, atau suka membicarakan keburukan kamu. Lalu kamu resign karena kondisi tersebut. maka bersiapkah kemungkinan kamu akan bertemu orang seperti itu juga dilingkungan barumu. Sebab pastinya akan ada sosok seperti itu dimanapun berada.
  • Apabila kamu merasa lelah meladeni sikap rekan kerja yang sangat bersebrangan dengan kamu. Itu berarti kamu belum memiliki sikap peminpin sebab merasa setiap orang harus bersikap baik padamu. Alangkah lebih baiknya untuk menyikapi orang yang tidak meyukaimu, kamu hanya perlu berpikir bahwa hal tersebut merupakan sebuah tantangan untuk mendewasakan diri dan melatih diri mempuyai jiwa peminpin. Orang yang bersebrangan bukanlah penhalang namun harus dijadikan penyemangat diri.
  1. Ingin resign karena atasan menyebalkan

Memiliki atasan yang menyebalkan seperti suka menyuruh, tidak peka terhadap bawahannya, memberikan beban kerja berlebihan bahkan suka marah pastinya akan membuat beban kerja semakin berat. Tapi apabila masih daam koridor pekerjaan dan profesionalitas yang wajar makan ada baiknya kita harus menyikapi dengan bijaksana. Berusahalah untuk mencintai pekerjaan kamu!

  1. Tidak ada jenjang karir yang menjanjikan

Sebelumnya kamu harus memahami terlebih dahulu kenapa karirmu stagnam, apakah perusahaanmu tidak menyediakan karir yang lebih tinggi? Atau memang kamu belum kompoten untuk memenuhi karir yang lebih tinggi?

Apabila kamu dalam posisi seperti itu maka kamu coba untuk meningkatkan kemampuan diri terlebih dahulu. Dengan demikian kamu akan diberikan peluang ketika ada posisi yang lebih menjanjikan diperusahaan. Semua ada prosesnya lakukan dengan sabar!

pxhere.com
  1. Resign karena terhalang izin keluarga

Kendala ini merupakan yang paling pelik mengingat restu adalah pelancar segala urusan yang akan dilakukan. Banyak sekali contoh dimana seorang wanita harus resign setelah menikah dikarenakan suaminya tidak memberikan izin untuk bekerja. Atau bisa karena orang tua menginginkan sang anak bekerja diposisi yang lain, maka sang anak harus resign.

Keputusan untuk mengundurkan diri dari sebuah pekerjaan merupakan hak semua orang. Tapi apabila dilakukan dengan tergesa-gesa takutnya akan terjadi penyesalan di kemudian hari. Sebelumnya kamu harus minta saran dari keluarga/sahabat agar keputasan yang diambil tidak menjadi penyesalan kemudian hari.

Nah apabila kamu sudah mantap untuk mengajukan surat pengunduran diri dan berani mengambil resiko apapun untuk kedepannya. Dibawah ini ada Contoh Surat Pengunduran diri.

Contoh Surat Pengunduran Diri dengan Alasan

Ketika menulis surat pengunduran diri harus mempertimbangakan hal yang telah disebutkan di atas. Jika alasan kamu mengajukan surat pengunduran diri untuk pindah ke perusahaan lain. maka kamu harus ajukan pengunduran diri dengan baik dan bersahabat. Tetap jalin komunikasi sebagai teman dengan rekan kerja perusahaan kamu yang sebelumnya. Berikut dibawah ini contoh surat pengunduran diri dengan alasan:

Demikian beberapa saran positif apabila kamu ingin mengundurkan diri dari sebuah pekerjaan. Tapi selalu ingat untuk memikirkan kedepannya seperti apa, jangan tergesa-gesa mengambi sebuah keputusan dikemudian hari. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi solusi ketika kamu sedang galau dalam mengambil keputusan bekerja. Dan semoga contoh surat pengunduran diri ini pun bisa bermanfaat bagi yang sudah mantap resign. Terima kasi telah berkunjung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *